Endoskopi atau Kolonoskopi: Apa Bedanya dan Kapan Harus Dilakukan?
Reviewed by dr. Rolan Sitompul, Sp.PD, FINASIM, KGEH
Posted by RS Krakatau Medika
Banyak orang mendengar istilah endoskopi esofago-gastro-duodenoskopi (endoskopi atas) dan kolonoskopi (endoskopi bawah), namun belum memahami perbedaannya. Endoskopi adalah prosedur medis penting yang digunakan untuk melihat kondisi organ tubuh tanpa operasi, salah satunya yaitu sistem pencernaan.
Di RS Krakatau Medika, endoskopi sistem pencernaan ini dilakukan oleh dokter spesialis berpengalaman untuk memastikan hasil diagnosis yang akurat, aman, dan nyaman bagi pasien.
Apa Itu Endoskopi ?
Esofagogastroduodenoskopi (EGD) adalah prosedur medis yang menggunakan alat fleksibel bernama endoskop atau selang kecil berkamera di ujungnya dan berfungsi untuk melihat bagian dalam tubuh atas. Endoskopi dilakukan melalui mulut untuk memeriksa kerongkongan (esofagus), lambung, usus dua belas jari (duodenum).
Pemeriksaan ini disebut juga endoskopi atas atau gastroskopi, dan sering digunakan untuk mendeteksi; maag kronis atau GERD (asam lambung naik), tukak lambung dan perdarahan saluran cerna bagian atas.
Dengan endoskopi alias EGD dokter dapat menemukan penyebab keluhan seperti mual, muntah, nyeri ulu hati, atau sulit menelan secara tepat.
Apa Itu Kolonoskopi?
Sementara itu, kolonoskopi adalah prosedur serupa namun dilakukan untuk memeriksa bagian bawah saluran cerna, yaitu usus besar (kolon) dan rektum. Kolonoskopi disebut juga dengan endoskopi Bawah .
Alat yang digunakan disebut kolonoskop, mirip endoskop saluran cerna atas namun dimasukkan melalui anus. Pemeriksaan ini membantu dokter untuk; mendeteksi polip atau kanker usus besar, menemukan penyebab diare kronis atau sembelit berkepanjangan, mengetahui sumber perdarahan dari usus besar.
Kolonoskopi sering disarankan bagi pasien usia di atas 45 tahun sebagai skrining dini kanker usus besar.
Perbedaan Endoskopi alias EGD dan Koloniskopi
Kapan Endoskopi alias EGD atau Kolonoskopi Diperlukan?
Pemeriksaan endoskopi atau kolonoskopi disarankan bila Anda mengalami gejala berikut:
- Nyeri lambung berkepanjangan
- Sulit menelan
- Perut terasa kembung terus-menerus
- BAB berdarah atau tinja berwarna hitam
- Berat badan turun tanpa sebab jelas
- Riwayat keluarga dengan kanker pencernaan
- Muntah yang sulit diatasi dengan obat
- Gangguan pencernaan yang tidak sembuh-sembuh keluhan telah diobati rutin lebih dari 1 bulan
Dengan pemeriksaan dini, dokter dapat menentukan penyebab pasti keluhan dan memberikan pengobatan yang tepat sebelum terjadi komplikasi serius.
Dua Prosedur, Satu Tujuan : Diagnosis Tepat untuk Pencernaan Sehat
Baik endoskopi (EGD) maupun kolonoskopi memiliki peran penting untuk membantu dokter mendiagnosis gangguan pencernaan secara akurat. Meski berbeda area pemeriksaan, keduanya sama-sama penting untuk mendeteksi penyakit sejak dini agar pengobatan bisa lebih efektif. Di RS Krakatau Medika, pemeriksaan dilakukan oleh tenaga profesional dengan standar keamanan tinggi dan pendekatan yang nyaman bagi pasien.
Jika Sobat mengalami beberapa gejala diatas, segera konsultasikan dengan Dokter Spesialis Penyakit Dalam dan Gastroenterologi & Hepatologi RS Krakatau Medika
Hubungi Kami